Gereja Methodist Indonesia Jemaat Immanuel Tanjung Morawa sejak didirikan pada Tahun 1969 dibawah naungan POS Pelayanan P3MI GMI Gloria yang pada saat itu memulai kegiatan ibadah di areal Pajak Kanan (saat ini ada di samping jalan Tol Tg.Morawa). Dan setelah itu baru pada sekitar tahun 1970-an baru dimulai dengan kebaktian umum yang terdiri dari 3 orang yang mengikuti kebaktian waktu itu dan kemudian dilanjutkan dengan kebaktian remaja. Dengan tujuan untuk dapat menjangkau lebih banyak lagi jiwa, maka didirikanlah sekolah di tingkat TK dan SD bagi masyarakat suku Tionghoa yang ada disekitar Tg.Morawa. Cakupan pelayanan yang dilakukan cukup luas dan tidak terbatas, dengan keterbukaan dari masuknya injil di tengah-tengah suku Tionghoa sebenarnya merupakan peluang bagi kita untuk bisa menyebarkan injil lebih efektif lagi. Keterbukaan dari masyarakat untuk menerima kehadiran Gereja Methodist ditengah-tengah masyarakat yang majemuk ini cukup memberikan peluang besar bagi injil untuk disebarkan. Pada saat ini pelayanan di tengah-tengah Gereja Methodist Indonesia jemaat Immanuel Tanjung Morawa sudah melingkupi pelayanan di Sekolah Minggu, PRMI, P3MI, Ibadah Umum dan Putra Pengabdi. Saat ini pelayanan yang sudah dilakukan masih terbilang belum maksimal, oleh karena itu diperlukan peran serta guru-guru di sekolah terutama Guru Agama untuk lebih mengambil peran ditengah-tengah pelayanan ini. Peran serta yang diharapkan berupa mendorong dan membina para siswa/siswi untuk dapat mengikuti kebaktian sekolah minggu, kebaktian remaja dan kebaktian pemuda yang diadakan oleh gereja serta aktif mengikuti kebaktian-kebaktian kebangunan rohani serta ikut serta didalam pelayanan di tengah-tengah persekutuan. Oleh karena itu, saat ini GMI Jemaat Immanuel Tanjung Morawa akan lebih memfokuskan pelayanan anak-anak dan remaja di kegiatan Kebaktian Sekolah Minggu dan pembinaan Putra Pengabdi. Kedua kegiatan ini sangat potensial untuk bisa membawa anak-anak dan remaja lebih lagi mengenal Tuhan dan menerima Tuhan sebagai Juru Selamat Pribadi bagi hidupnya.Untuk dapat menjalankan misi ini diperlukan pembinaan yang berkesinambungan terhadap guru-guru sekolah minggu dan para officer Putra Pengabdi. Akhirnya biarlah pelayanan ini benar-benar menjadi berkat dan segala Kemulian hanya bagi Tuhan saja.Amin.