09/01/2016
CIRI KOMPONEN PENGAPIAN MATI
Sistem pengapian bertugas
menyediakan kilatan api untuk
membakar bensin yg telah
terkompresi. Syaratnya, waktu
pengapian harus tepat dan power
apiharus kuat. Pengapian lama
dikenal tipe platina (konvensional)
dan yg modern sudahelektronik (CDI)
Selanjutnya kita kupas khusus
pengapianCDI, baik sumber arusnya
searah (…aki/DC) maupun bolak-
balik (AC/spul).
Komponenya mulai dr spul atau aki,
CDI, KOIL, pulser dan busi. Bila
terjadi kerusakan mendeteksinya
pakai alat khusus, misalnya pakai
multitester, spark plug tester atau
ignition tester. Sayangnya
tidaksemua bengkel memiliki alat ini,
apalagi perorangan yg hobi utak-atik
dirumah. Nah, ini sedikit berbagi
cara mengetahui ciri-ciri
kerusakannya.
KOIL
Fungsi koil menggandakan tegangan
rendah dari aki atau spul menjadi
ribuan kilo volt, dalemannya berisi
kumparan primer dan sekunder.
“menurut petunjuk buku manual
kerusakan koil terdeteksi lewat
besarnya tahanan kumparan. Bila
menyimpang dari spesifikasi artinya
rusak ”
Lalu, apaciri khas koil sudah wajib
ganti.? “petanda koil rusak salah
satunya bila mesin panas atau
setelah berjalan beberapa kilometer
tiba-tiba api hilang” bila koil
bermasalah jarang bget apinya
langsung hilang, kebanyakan busi
masih memeletikkan api, tapi
lompatannya kecil dan berwarna
merah dan yg bagus berwarna putih
kebiru-biruan. Enggak heran kalau
mesin susah hidup.
CDI
Ada dua ciri khas bila capasitor
discharge ignition (CDI) wajib ganti
“percikan api pada busi hilang sama
sekali dan mbrebet diputaran
tinggi”.
Bila kasus pertama menimpa anda,
mesin motor ngak bisa dinyalakan,
adaperangkat elektronik dalam CDI
yg mati/putus, bisa kapasitor atau
pulsernya. Bila diukur dengan
multitester , tegangan kabel yg
mrnuju koil hilang sama sekali.
Berbedabila putaran mesin
tersendat diputaran atas, menurut
tuner mesin. “koil masih
mengeluarkan tegangan tinggi tetapi
tak sanggup melayani frekwensi
tinggi” jd lompatan apinya terputus-
putus, begitu puntiran gas
diturunkan mesin normal kembali.
SPU L PENGAPIAN
Spul alias kumparan pengapian
menyediakan sumber tegangan
bolak-balik (AC), komponen ini
khusus untuk pengapian CDI AC.
Funsinya sama seperti aki Cuma
bedanya tegangannya searah (DC).
Spul putus atau terbakar tidak bisa
memproduksi setrum ”makanya bila
komponen ini troble mesin mati
total” pertanda spul terbakar secara
fisik nampak gosong.
Berbeda pada CDI DC yg sumber
tegangannya aki, bila aki rusak
mesin masih bisa dihidupkan “asal
sistem pengisian masih jalan, sebab
suolai mesin digantikan oleh kiprok”,
perlu diwaspadai bila aki tidak
segera diganti
sangatberbahayaterhadap CDI.
Soalnya output kiprok tidak murni
arus searah. Bila dideteksi dengan
osciloscope masih terlihat adanya
gelombang tegangan AC.
PULSER
Gejala pulser problem mirip dengan
CDI. “bila belum parah mesin masih
menyala tetapi endut-endutan”.
Munculnya bisa diputaran bawah
juga di rpm atas.
Bila kumparan didalam pulser putus
maka tidak keluar tegangan
samasekali, sehingga listrik yg
seharusnya dikirim ke SCR dalam CDI
terputus, setrum dalam kapasitor
tidak tersalur ke koil sehingga mesin
mogok.
BUSI
Busi yg mendekati kematian cirinya
saat di starter muncul letupan
dimoncong knalpot, mesin juga sulit
dihidupkan, tetapi bila isolator
dalam busi putus maka mesin mati
total. Meskipun koil memproduksi
tegangan tinggi akan terhambat.
Alhasil, elektroda busi tak ada
letikan bunga api