13/12/2016
Cara Manual Mendeteksi
Kerusakan Sistem Injeksi Mobil
Cara mendeteksi kerusakan sistem injeksi mobil
dengan cara manual, dengan menjumper kabel di
DLC (Diagnostic Link Connector) OBD (On Board
Diagnostic) adalah salah satu metode yang
sederhana dalam menentukan bagian mana yang
terjadi kerusakan pada sistem injeksi mobil.
Dimobil Injeksi, jika mobil terjadi kerusakan maka
lampu " Malfunction Indicator Lamp" atau
biasanya disebut Lampu Check Engine akan
menyala ketika posisi mesin hidup, maka si
pengendara mobil harus segera memperbaiki
kerusakan tersebut.
Berikut cara-cara mendeteksi kerusakan mobil
dengan cara manual :
1. Diagnostic Normal Mode (DNM)
Pada Diagnostic Normal Mode, yang dibutuhkan
hanyalah menjumper diagnostic box dengan
melihat sticker yang ditempel terbalik di DLC.
Pasanglah kabel tersebut pada kode TE1 dan E1
Kondisi mesin saat mendeteksi bisa dalam kodisi
kunci kontak "ON", bisa pada kondisi mesin
mobil hidup.
Diagnostic akan mendeteksi kerusakan melalui
kedipan lampu pada indikator "check engine"
pada spedometer. Diagnostic Normal Mode ini
akan memonitor 15 items dimobil.
2. Diagnosis Test Code :
Biasanya dalam Diagnosis Normal Mode banyak
item penyebab mobil mogok total tidak
terdeteksi, sehingga kita beralih untuk mengecek
mobil dengan cara Diagnosis Test Code, karena
dalam keadaan kondisi mesin Mati. Diagnosis
Test Code ini mencangkup 3 kode penting yang
akan dicek secara langsung :
Kode 22 : Temperatur Engine
Coolant tetap pada suhu 80 derajat
celcius (apakah mobil overheating
atau tidak?)
Kode 31 : Waktu pengapian tetap
pada 5 derajat sebelum TMA dan
tekanan absolut manifold tetap
pada 46,7 Kpa. (Apakah pengapian
mobil normal?)
Kode 41 : Throttle position tetap
pada 0 derajat (apakah sensor-
sensor yang ada dithrottle Body
dalam keadaan normal yang
biasanya berguna untuk mengatur
udara masuk)
Jika salah satu dari kode ini terdeteksi ketika
kita melakukan Diagnosis On Board maka secara
otomatis ECU akan mengubah mobil ke mode
Fail Safe. Dan sama seperti komputer yang dapat
dijalankan melalui Safe Mode. Mobil tetap dapat
dijalankan melaui Safe Mode untuk melihat lebih
dalam lagi kerusakan apa yang terjadi dalam
mobil.
Pastikan sebelum Diagnostic Test Code dimualai,
Throttle Valve tertutup, seluruh switch aksesories
mobil dalam kondisi OFF, dan transmisi pada
posisi Park/Netral. Kode yang harus dijumper
untuk Diagnostic Test Code ini adalah TE1 , TE2 ,
dan E1 kemudian kunci kontak diputar ke posisi
ON (Mesin mobil jangan dinyalakan dulu).
Setelah menjumpai Troubel Code pada saat
Diagnosis, kemudian nyalakan mesin dan coba
test jalan sebentar. Pada saati ini, ECU telah
mengoperasikan Fail Safe Mode, jika kecepatan
mobil sekitar 5 Km/Jam (3 mph) atau kurang.
kode troubel diagnosisi 42 (Sinyal Kecepatan
Kendaraan) akan dimunculkan dan ini normal.
Untuk kembali ke Normal Mode setelah
pengetesan, silahkan matikan mesin dan cabut
kabel jumper. Setelah memperbaiki bagian yang
bermasalah dari trouble code tersebut, ECU akan
tetap menyimpan DTC tersebut pada memorinya,
dan untuk menghapus DTC pada memori dengan
cara mencabut sekering EFI pada Fuse Box atau
mencabut kabel negative baterai selama kurang
lebih 10 detik. ECU akan kembali ke Normal
Mode.
Cara membaca kedipan indikator check engine
ketika melakukan Diagnosisi On Board :
1. Setiap kode umumnya terdiri dari 2 digit
seperti : 12, 14, 16, 22, Dll
2. Arti dari 14 itu bikan check engine berkedip
sebanyak 14 kali, jika seperti itu bisa kelewatan
kita
mencoba menghitungnya dan yang ada malah
salah hitung terus.
3. Digit pertama biasanya ditandai dengan
kedipan lampu check engine yang pelan,
misalkan digit pertama
adalah 1, maka check engine akan berkedip
pelan selama kurang lebih 0,5 detik sebanyak 1
kali
4. Setelah itu diikuti dengan kedipan lampu
check engine yang lebih cepat untuk angka
dibelakangnya,
misalkan angka 6, maka check engine akan
berkedip secara cepat sebanyak 6x
5. Dan setelah menunjukkan angka 16 (dalam
kasus diatas) atau satu trouble code maka check
engine akan
mati selama kurang lebih 1 detik dan akan
melakukan pengulangan kedipan kembali untuk
trouble code
16. Tetapi apabila trouble code lebih dari 1
maka check engine akan berkedip menunjukkan
trouble code
baru. Misalkan :
- Kode 16 : Kedipan panjang 1x diikuti
dengan kedipan cepat selama 6x
Check engine akan mati selama 1 detik
setelah itu,
- Kode 22 : Kedipan panjang 2x diikuti
dengan kedipan cepat selama 2x,
Check engine akan mati selama 1 detik
setelah itu,
- Kembali menunjukan kode 16 dan terus
melakukan pengulangan untuk 2 kode diatas.
Bagaimana bila ada 3 kode atau 4 kode? maka
akan terjadi pengulangan ke awal setiap 3 atau 4
trouble code yang telah ditunjukan kepada kita.
Berikut ini adalah list trouble code Diagnostic
on Board (OBD I) untuk mobil Toyota ;
11 = Momentary interruption in power supply
to ECU up to 1991
12 = Engine revolution signal missing above
1000 rpm ; Biasanya masalah di delco
14 = Igniter signal to ECU missing ; Biasanya
masalah di sirkuit pengapian
16 = A/T control signal missing from ECU ;
Biasanya masalah di sensor Oksigen
21 = Main oxygen sensor signal fault :
Biasanya maslah disensor oksigen
22 = Water temperatur sensor circuit fault :
Biasanya masalah di thermostat
23&24 = Intake air temperatur signal fault ;
Biasanya masalah di Mass Air Flow Sensor
25 = Air/Fuel Ratio Lean : Biasanya masalah
disensor CO
26 = Air/Fuel Ratio Rich : Biasanya masalah
disensor CO
27 = Sub-oxygen sensor signal or heater
circuit fault : Biasanya masalah di sensor
oksigen
28 no. 2 = Oxygen sensor/heater signal fault :
Biasanya masalah di sensor oksigen
31&32 = Air flow meter circuit or Vaccum sensor
signal fault : Biasanya masalah di MAP/Vaccum
sensor
34&36 = Turbo charging pressure signal fault
35 = Altitude compensation sensor signal fault
: biasanya masalah di throttle body
41 = Throttle position circuit fault : Biasanya
masalah di sensor TPS
42 = Vehicle speed sensor circuit : Biasanya
masalah di sensor speed/kabel speedometer
43 = No starter signal to the ECU : Biasanya
masalah di dinamo starter
52,53,dan 55 = Knock sensor fault : Biasanya
masalah di knock sensor
71 = EGR system malfunction : Biasanya
maslah di knalpot/Exhaust
72 = Fuel cut solenoid signal fault : Masalah
di solenoid
78 = Fuel pump control signal fault : Masalah
di fuel pump
81,83,84,85 = TCM communication fault :
Biasanya masalah di transmisi mobil
Sumber
: http://0313wiwinariprasetyo.wordpress.com
Semoga bermanfaat.... salam otomotif
tips dan trik canggih