09/01/2021
โด ๐ ๐ต๐๐ฒ๐๐ฉ๐ข ๐ซ๐ฐ๐ฏ๐ผ๐ป ๐ฑ๐ฎ ๐ต๐๐ฒ๐๐ฉ๐ข ๐๐ธ๐
๐๐ป ๐ โด
Pernah mendengar cerita tentang Bawang Putih dan Bawang Merah
Mungkin ada yang belum, tapi sepertinya lebih banyak yang sudah
Tersebutlah kisah...
Dua gadis remaja berbeda karakter tinggal serumah
Yang satu ramah, satunya arogan dan pemarah
Bawang putih Rajin tak kenal lelah, Bawang Merah pemalas naโuzubillah
Tinggal bersama seorang ibu yang pilih kasih
Sayang kepada merah namun jahat kepada bawang putih
Singkat cerita jika dibedah dan ditelaah
Ini kisah tentang perbuatan benar dan salah
Baiklah...
Kita lanjutkan mumpung belum basah
Secara filosofis (mulai sok intelektualis)..
Bawang merah adalah pengetahuan garis
pengetahuan fenomena, atau ๐ฆ๐ฌ๐ด๐ฐ๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐ด๐ฎ๐ฆ dalam bahasa akademis.
Jika menyibukkan diri melihat garis, terpukau fenomena, menyimak sisi eksoterisme;
Ibaratnya sedang menguliti bawang merah.
Di buka lapisan kulit pertama masih ada kulit lagi,
terus dibuka masih ada kulit lagi sampai terus dibuka kulit ternyata tidak menemukan apapun.
Mata pun pedas, air mata mengalir deras.
Sebaliknya, seseorang manusia yang melihat titik, melihat esensi kehidupan,
atau ๐ฆ๐ด๐ฐ๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐ด๐ฎ๐ฆ bahasa kerennya;
ia seperti sedang menguliti bawang putih.
Sekali kulit dibuka, langsung menemukan esensi belaka,
menemukan hikmah yang bisa dipetik sebagai pembelajaran seketika
didalam gari terdapat titik.
Didalam fenomena ada esensi yang dapat dipetik.
Yang terlihat jelas oleh mata belum tentu sesuai fakta
Karena mata hanya melihat, apa yang ingin dilihat
Bukan yang sebenarnya terlihat
Sesungguhnya yang tersembunyi adalah Nyata
Hanya tak mampu dipandang mengunakan Mata
https://islami.co/manusia-yang-hatinya-hidup-laksana-menguliti-bawang-putih/