28/04/2026
Kami yang kerja banting tulang. Kalian yang duduk rapi, dapat fee tiap bulan. Lalu disebut “sistem bisnis”.
Outsourcing katanya efisiensi. Tapi di lapangan? Kami kerja penuh, target sama, risiko sama. Yang beda cuma satu: hak.
Gaji dipotong, status tidak jelas, masa depan digantung. Tapi ada pihak yang tetap dapat “jatah” tanpa turun ke lapangan. Ini yang bikin marah.
Kerja keras kami jadi sumber keuntungan orang lain. Tapi ketika kami menuntut kepastian, langsung dibilang berlebihan.
Kalau ini terus dibiarkan, apa bedanya dengan perbudakan modern? Manusia dipakai, nilainya ditekan, lalu diganti saat tidak dibutuhkan. Ini bukan soal benci perusahaan. Ini soal keadilan. Karena kerja itu bukan untuk diperas. Tapi untuk hidup layak.
Pertanyaannya: sampai kapan sistem ini dilindungi?