01/06/2022
Elang Rajawali Garuda Pancasila, renungan 1 juni TETAPI LUPA 11 FEBRUARI, Semua org tiba-tiba bicara tentang Pancasila, semua orang rindu negara Pancasila, namun ketika ditanya bagaimana Pancasila direpresentasikan secara simbol atau semiotika, mereka terdiam, karena mereka baru sebatas pernyataan-pernyataan yang belum masuk keranah mengimplementasikan dasar dasar itu yang disimbolkan, misalnya sila kesatu masih banyak yang menyatakan bintang, sesungguhnya disimbolkan dgn NUR, atau CAHAYA berbentuk bintang bersudut lima, itu artinya sila kesatu itu menjadi NUR bagi empat sila lainnya, bukankah. kita semua ber Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan petunjuk bagaimana menjadi manusia yang adil dan manusia yang beradab didalam ajaran agamanya masing masing.
itulah mengapa sila kedua dilambangkan dgn KALUNG RANTAI yang berbentuk lingkaran dan bersegi empat berjumlah 17 yang saling kait mengkait, lingkaran itu simbol wanita dan segiempat simbol laki laki, ini menandakan bahwa jauh sebelum negara didunia memperkenalkan kesamaan gender antara wanita dan pria, bangsa Indonesia sudah lama merepresentasikan, simbol ini oleh Sultan Hamid II ketika merancang lambang negara, khususnya Perisai Pancasila diambil dari tanah kalimantan, yaitu kalung dari etnis Dayak yang egaliter yang kemudian diabadikan dalam baju para guru besar ketika acara wisuda sarjana dalam baju toga para guru besar, itulah lambang regenerasi.
Demikian juga sila ketiga persatuan Indonesia yang disimbolkan dgn POHON BERINGIN ATAU POHON BERINGIN, sumbangan dari Prof.dr.Purbatjaraka kepada Sultan Hamid II itu mensimbolkan sila ketiga yang diambil dari tanah jawa, lihatlah pohon astana dialun alun Yogya yg mensimbolkan persatuan rakyat dan Sultan seperti halnya sakaning kawula Gusti paraning dumadi, persatuan yang terpancar dari nurani kemanusian yang adil dan beradab.
Demikian juga sila keempat yang disimbolkan dgn KEPALA BANTENG yang diambil dari pandangan M Yamin kepada Sultan Hamid II ketika merancang perisai Pancasila, yang diambil dari tanah Sumatera, lihat peradaban rumah gadang yaitu tempat musyawarah... Sumber : Pak Turiman F. Nur, SH, MH.