26/05/2026
Kisah Nabi Syits ‘Alaihissalam
Zaman Ketika Jin dan Manusia Hidup Berdampingan
Setelah wafatnya Nabi Adam ‘Alaihissalam, bumi belum seperti sekarang.
Jumlah manusia masih sedikit.
Peradaban masih sederhana.
Gunung, lembah, dan padang luas menjadi tempat tinggal manusia pertama.
Namun ada satu kenyataan yang jarang diketahui:
di masa itu, jin dan manusia hidup sangat dekat — bahkan berdampingan.
Siapakah Nabi Syits?
Nabi Syits (Seth) adalah putra Nabi Adam ‘Alaihissalam yang lahir setelah wafatnya Habil.
Namanya berasal dari kata “Syits” yang berarti:
“Pemberian Allah sebagai pengganti.”
Para ulama tafsir menyebutkan:
Nabi Adam sangat mencintai Syits.
Ia mewarisi ilmu, hikmah, dan kenabian ayahnya.
Ia menjadi nabi pertama setelah Adam.
Disebutkan dalam riwayat para ulama sejarah Islam, Allah menurunkan 50 lembar wahyu (shuhuf) kepada Nabi Syits berisi:
- tauhid,
- aturan kehidupan,
- hukum pernikahan,
- ibadah kepada Allah.
Zaman Awal: Manusia dan Jin Bersama di Bumi
Sebelum manusia diciptakan, jin sudah lebih dahulu hidup di bumi.
Allah berfirman:
“Dan Kami telah menciptakan jin sebelum itu dari api yang sangat panas.”
(QS. Al-Hijr: 27)
Ketika manusia mulai berkembang pada zaman Nabi Syits:
- jin masih mendiami banyak wilayah bumi,
- sebagian jin hidup damai,
- sebagian lain menebar kerusakan.
Manusia bisa merasakan keberadaan mereka lebih jelas dibanding manusia zaman sekarang.
Riwayat ulama menyebutkan:
- ada lembah yang dihuni manusia,
- ada gunung dan hutan yang dihuni bangsa
jin,
- terkadang mereka saling melihat dan
berinteraksi.
Namun Nabi Syits memperingatkan manusia:
⭐ Jangan meminta pertolongan kepada jin.
⭐ Jangan mengikuti bisikan mereka.
⭐ Hanya Allah tempat bergantung.
Awal Permusuhan Jin dan Manusia
Seiring waktu, sebagian jin mulai iri kepada manusia.
Mereka melihat manusia mendapat:
- wahyu,
- nabi,
- kedudukan mulia di sisi Allah.
Sebagian jin mulai menggoda manusia:
- mengajarkan kesombongan,
- memicu hawa nafsu,
- menanamkan permusuhan.
Inilah awal fitnah pertama di bumi setelah zaman Adam.
Allah mengingatkan:
“Sesungguhnya setan adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh.”
(QS. Fatir: 6)
Dakwah Nabi Syits
Nabi Syits mengajarkan manusia tiga perkara utama:
☝️ Tauhid yang Murni
Jangan menyembah selain Allah.
☝️ Menjaga Kesucian Keturunan
Pada masa itu, manusia mulai berkembang menjadi banyak kabilah.
☝️ Menjauhi Tipu Daya Jin
Karena kerusakan besar sering bermula dari bisikan gaib.
Beliau memimpin manusia hidup dalam ketaatan selama ratusan tahun.
Masa Nabi Syits dikenal sebagai zaman kesucian kedua manusia sebelum muncul kembali penyimpangan besar pada generasi berikutnya.
Awal Jarak Antara Jin dan Manusia
Seiring bertambahnya jumlah manusia:
- manusia membangun permukiman sendiri,
- jin semakin tersembunyi,
- interaksi langsung semakin jarang.
Allah menjadikan alam jin tidak lagi tampak oleh manusia biasa.
Sejak saat itu…
jin tetap ada di bumi, tetapi berada di alam berbeda.
Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya setan mengalir dalam tubuh manusia seperti aliran darah.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Artinya, hubungan itu tidak hilang — hanya berubah bentuk menjadi bisikan
Hikmah Besar dari Kisah Nabi Syits
Kisah ini mengajarkan bahwa:
- Manusia sejak awal sudah diuji.
- Gangguan jin bukan hal baru.
- Kekuatan manusia bukan pada fisik, tetapi
iman.
Musuh terbesar manusia bukan makhluk yang terlihat…
tetapi bisikan yang tidak terlihat.
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.