10/06/2026
Lokakarya Prasi :Kisah dalam Rupa Visual Bali
Prasi Tradisional adalah cara menvisualkan suatu narasi yang ditemukan dalam karya sastra. Prasi adalah seni lukis atau ukir tradisional Bali yang dibuat di atas lembaran daun lontar. Sering disebut sebagai "komik" khas Bali, prasi menggabungkan teks naratif (seperti kisah pewayangan atau kakawin) dengan ilustrasi gambar yang digores menggunakan pisau khusus bernama pangrupak.
Jenis daun lontar yang sering dipakai adalah daun lontar taluh, tanpa garis sepat. Arah menggambar prasi bisa dilakukan secara vertikal seturut dengan bentuk dan serat lontar atau horizontal memanjang seukuran daun lontar. Keduanya mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda. Menggambar prasi tidak dengan cara memegang setumpuk daun lontar di tangan tetapi hanya menggunakan selembar daun lontar yang diletakkan pada media datar. Media gambar yang ukurannya 3,5 cm, harus memperhitungkan komposisi ukuran gambar.
Kegiatan Lokakarya diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-46 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), melalui Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara (Pujasintara). Lokakarya diadakan pada 19 Mei 2026, bertempat di Graha Literasi Perpusnas, jalan Medan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta Pusat.
Narasumber :
I Nyoman Budi Angga Santosa, S.S, M. Hum. (Peneliti Sastra) - Prasi Melukis Kisah Dalam Rupa Visual Bali.
Pendamping :
I Wayan Pande Sumardika, S.S (Pustakawan Perpusnas)