19/08/2025
๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐
Ketika hati kita tak lagi tersentuh oleh kesusahan orang lain, ketika kita tak lagi merasa bersalah karena abai terhadap ketidakadilan, ketika kita melihat kezaliman penguasa dan membiarkannya terjadi tanpa perlawanan โitulah tanda bahwa Tuhan mungkin sudah menghukum kita: ๐ก๐๐ญ๐ข ๐ค๐ข๐ญ๐ ๐ฆ๐ฎ๐ง๐ ๐ค๐ข๐ง ๐ญ๐๐ฅ๐๐ก ๐ฆ๐๐ญ๐ข.
Hati yang tak lagi berdenyut atas penderitaan orang lain.
Hati yang menganggap ketidakadilan sebagai hal yang biasa-biasa saja.
Hati yang tak lagi peduli atas saudara kita di Palestina yang terus dianiaya, dibunuh, diusir dari tanah mereka.
Kita mungkin tak ikut menindas mereka. Tapi ๐ฅ๐ช๐ข๐ฎ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ช๐ต๐ข โฆ ๐ช๐ต๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ป๐ข๐ญ๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ yang kita lakukan.
Dan ๐ฌ๐๐ญ๐ข๐๐ฉ ๐ค๐๐ณ๐๐ฅ๐ข๐ฆ๐๐ง ๐๐๐๐ฅ๐๐ก ๐๐จ๐ฌ๐. Yang pasti memicu datangnya hukuman Tuhan.
Rasulullah ๏ทบ bersabda, โ๐๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ, ๐ถ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ. ๐๐ช๐ฌ๐ข ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ, ๐ถ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ช๐ด๐ข๐ฏ. ๐๐ช๐ฌ๐ข ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ, (๐ฎ๐ช๐ฏ๐ช๐ฎ๐ข๐ญ) ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ต๐ช๐ฎ๐ถ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฉ-๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ.โ (HR. Muslim)
Jika semua bentuk kezaliman Israel yang luar biasa itu setiap hari hanya kita tonton saja โฆ. lalu kita hanya diam saja tak peduli โฆ
โฆ apakah kita masih memiliki iman?
Apakah kita masih memiliki hati yang hidup? Ataukah sebenarnya hati kita memang sudah "mati"?
Selengkapnya baca di blog intelektual publik:
๐ https://www.intelektualpublik.com/apakah-hati-kita-telah-mati/
โโโโโโฐโ๐ฆโโฑโโโโ
FOLLOW SALURAN INTELEKTUAL PUBLIK DI WHATSAPP
https://www.whatsapp.com/channel/0029Vb66Z5LDZ4Ld5YCp5p2W