14/04/2015
Persaudaran Bikers
Para pengendara sepeda motor, terlebih yang
berhimpun dalam kelompok sepeda motor kerap
disebut bikers. Entah dari mana asal kata itu.
Mungkin dari sebutan para penunggang si roda
dua. Kok gak disebut riders aja yah? Istilah
bikers malah lebih kondang.
Keberadaan kelompok sepeda motor di
Indonesia bukan barang baru. Sejak
berdirinya Javasche Motor Club yang
didirikan pada 27 Maret 1906 di Jl Bojong
153-156, Semarang, Jawa Tengah. Komunitas
tersebut kemudian sempat berganti jubah
beberapakali yakni menjadi Het Koningklije
Nederlands Indische Motor Club (KNIMC) dan
Indonesische Motor Club (IMC) sampai saat
penyerahan kedaulatan dari Kerajaan Belanda
kepada Pemerintah Republik Indonesia, dimana
IMC turut diambil alih oleh Pemerintah
Republik Indonesia yang dalam hal ini oleh
Departemen Perhubungan. Pada 1950, IMC
berganti nama lagi menjadi Ikatan Motor
Indonesia (IMI).
Saat ini, meski tidak ada data pasti, perkiraan
kelompok sepeda motor di Indonesia tak kurang
dari enam ribu kelompok. Kita pun mengenal
dua istilah utama untuk kelompok sepeda
motor yakni komunitas ( community) dan klub
(club ). Secara harfiah, kedua kata itu memiliki
makna yang sama. Komunitas dalam Kamus
Umum Bahasa Indonesia (KUBI) memiliki arti
masyarakat atau kelompok orang yang hidup
dan saling berinteraksi dalam tempat
tertentu. Penggunaan kata komunitas sebagai
serapan dari bahasa Inggris, community .
Dalam komunitas tersebut, para pengguna
sepeda motor saling berinteraksi terkait
permasalahan sepeda motor maupun kegiatan
lainnya seperti berwisata bersama dengan
sepeda motor (touring ). Menyinggung soal
touring, pada masa penjajahan Belanda,
sempat mencuat kelompok Motor Touring Club
di Bandung pada 1914.
Selain menggunakan kata komunitas, kelompok
para pengguna sepeda motor juga kerap
menggunakan kata klub sebagai serapan dari
club . KUBI menyebutkan, klub berarti kelompok
orang-orang yang mengadakan aktivitas.
Dalam kasus ini, adalah aktivitas yang terkait
sepeda motor, walau pun dalam perjalanannya,
komunitas atau klub sepeda motor juga
memiliki aktivitas yang tidak ada kaitannya
sama sekali dengan sepeda motor.
Maraknya klub atau komunitas sepeda motor
sempat diwarnai oleh aksi sekelompok sepeda
motor yang berperilaku gengster serapan dari
gankster . Gank (geng) atau gengster,
sebagaimana makna harfiahnya adalah suatu
kelompok atau gerombolan yang mengarah
berbuat kejahatan secara berkelompok.
Mari kita tinggalkan sejenak definisi
komunitas dan klub. Dari segi proses
pembentukan kelompok sepeda motor, ada dua
kelompok besar yakni yang berbasis bertemu
atau berkumpul di darat dan berbasis dunia
maya yang mengguna fasilitas layanan
internet. Belakangan, yang berbasis dunia
maya pun mengkombinasikan dengan secara
berkala bertemu di darat yang disebut dengan
istilah kopi darat (kopdar).
Ada lagi sudut lain melihat kelompok sepeda
motor berdasarkan tipe sepeda motornya
yakni yang berdasarkan jenis sepeda motor,
misal sepeda motor bebek, skutik, sport, atau
petualangan seperti trail. Lalu ada juga yang
berbasis merek sepeda motor dan heterogen.
Dari ruang lingkup, kita juga mengenal
kelompok sepeda motor berbasis lingkungan
tempat tinggal dan lingkungan tempat bekerja
alias kantor.