13/06/2020
Hindari air sabun sebagai cairan pembersih kaca kendaraan
Bagi pemilik kendaraan roda empat, kebersihan kaca bagian depan mobil saat hujan menjadi faktor penting.
Sebab, penggunaan cairan pembersih kaca depan secara sembarangan dapat berakibat rusak karet wiper (penyeka air pada kaca mobil), jamur, dan kaca berpelangi.
Lebih baik pakai wiper fluid (cairan pembersih kaca) khusus yang memang untuk kaca, saat ini pun sudah cukup banyak dipasaran. Artinya dengan menggunakan cairan tersebut memang sudah ada komposisi racikannya, tidak asal seperti kita campur air dengan sabun.
Penggunaan cairan yang sembarangan berpotensi merusak karet wiper, salah satunya membuat karet menjadi keras. Bahkan, akumulasi dari dampak tersebut juga membuat lapisan permukaan kaca mobil ikut rusak.
Penggunaan cairan yang tidak tepat berdampak gangguan penglihatan bagi sopir, seperti muncul bias pelangi pada kaca mobil.
Efek pelangi itu bisa terjadi karena cairan sabun yang tidak sesuai dan mungkin memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Selain itu juga bisa akibat permukaan kaca yang sudah terkikis, jadi saat lapisannya sudah tidak rata, akan timbul efek pelangi, yang bikin silau pengendara ketika sedang terik.
Penggunaan air biasa, tidak efektif untuk membersihkan kaca mobil. Beberapa noda yang menempel pada kaca tidak akan hilang sehingga dapat mengganggu jarak pandang pengemudi.
Material seperti minyak dapat saja menempel di kaca mobil Anda. Sumbernya bisa saja terpapar dari oli kendaraan yang tercecer di jalan, polusi udara serta paparan asap knalpot pekat.
Anda dapat membuat sendiri cairan pembersih kaca mobil dengan bahan-bahan yang dibeli di toko.
Noda susah dibersihkan dapat dihilangkan dengan mencampur cuka dan air biasa sebagai cairan pembersih kaca depan. Gunakan perbandingan 1:3 bagian untuk menjaga tingkat keasaman cairan.
Menggunakan cairan pembersih kaca rumah juga dapat menjadi solusi. Campurkan satu bagian pembersih kaca dengan tiga bagian air, tambah satu sendok penuh cairan pencuci piring. Bahan-bahan ini cocok digunakan bagi mobil yang berada di iklim tropis.
Selain lebih hemat dari soal harga, membuat cairan pembersih kaca mobil juga menyumbang kebaikan untuk lingkungan.
Beberapa bahan campuran dari cairan pembersih kaca mengandung methanol yang merugikan lingkungan, kesehatan, dan pencemaran meski dalam jumlah kecil.
Untuk masalah kaca berjamur akibat salah menggunakan cairan pembersih kaca mobil, Anda dapat membersihkan sendiri atau membawa ke bengkel khusus penyedia jasa tersebut.
Sebelum membersihkan kaca mobil yang berkerak dan berjamur, Anda dapat perhatikan beberapa saran di bawah ini.
Pertama, perhatikan kaca depan mobil yang sudah baret-baret halus akibat usapan karet wiper yang getas. Sebaiknya dilarang untuk menggunakan cairan pembersih jamur karena justru akan mempertegas baret halus tersebut.
Kedua, jangan menggunakan cairan pembersih jamur pada kaca mobil yang telah melakukan poles kaca. Bagian kaca yang dipoles tersebut otomatis menjadi lebih tipis dibanding bagian yang tidak dipoles.
Ketika kaca yang sudah dipoles itu terkena cairan pembersih jamur, maka kaca bisa menjadi berubah warna menjadi putih susu.
Terakhir, jenama premium pada mobil Eropa atau Jepang, sebaiknya dilarang menggunakan cairan pembersih jamur. Sebab, kaca depan jenis mobil tersebut memiliki lapisan laminated (pelindung luar) yang apabila terkena zat kimia seperti cairan pembersih jamur bisa membuat bercak putih pada kaca.
Febria Silaen
13:23 WIB - Senin, 26 November 2018
https://beritagar.id/artikel/otogen/hindari-air-sabun-sebagai-cairan-pembersih-kaca-kendaraan