13/05/2026
Kia Timor adalah mobil yang memiliki sejarah unik di Indonesia karena menjadi bagian dari proyek mobil nasional pada era 1990-an. Mobil ini diproduksi melalui kerja sama antara PT Timor Putra Nasional dengan Kia Motors, dan namanya sangat melekat dalam ingatan masyarakat Indonesia.
Awalnya, pemerintah Indonesia pada tahun 1996 menunjuk PT Timor Putra Nasional sebagai pelaksana program “Mobil Nasional”. Perusahaan ini dimiliki oleh Tommy Soeharto, putra Presiden Soeharto saat itu. Dalam proyek tersebut, mobil yang digunakan sebenarnya merupakan adaptasi dari Kia Sephia asal Korea Selatan yang kemudian diberi nama “Timor”.
Mobil Timor hadir dengan tujuan menjadi kendaraan nasional yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Karena mendapatkan fasilitas bebas bea masuk dan pajak tertentu, harga mobil ini jauh lebih murah dibanding kompetitornya pada masa itu. Hal tersebut membuat penjualan Timor sempat sangat tinggi dan menarik perhatian publik.
Secara desain, Timor dikenal sebagai sedan sederhana namun nyaman untuk zamannya. Mesin yang digunakan cukup tangguh dan irit bahan bakar, sehingga banyak digunakan sebagai kendaraan keluarga maupun operasional.
Namun perjalanan Timor tidak berlangsung lama. Krisis moneter Asia tahun 1998 menghantam ekonomi Indonesia dan membuat proyek mobil nasional ini goyah. Selain itu, program Timor juga menuai kontroversi internasional karena dianggap melanggar aturan perdagangan bebas oleh beberapa negara seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Akhirnya, setelah perubahan politik dan runtuhnya pemerintahan Orde Baru, proyek Timor berhenti beroperasi.
Meski sudah tidak diproduksi lagi, mobil Timor tetap memiliki tempat tersendiri di hati para pecinta otomotif Indonesia. Hingga kini masih banyak komunitas pengguna Timor yang menjaga dan merawat mobil tersebut sebagai bagian dari sejarah otomotif nasional Indonesia.