Kime Tuma Kagipai

Kime Tuma Kagipai Dapat Tuhan Yesus

Dapat s’muanya

S’mua dalam Yesus

Dan Yesus S"muanya
(3)

"DUA WARGA SIPIL. DUA NYAWA. SAMA-SAMA BERHARGA."KETIKA NEGARA MEMELIHARA KONFLIK, SIPIL YANG MATI "Keduanya warga sipil...
04/07/2026

"DUA WARGA SIPIL. DUA NYAWA. SAMA-SAMA BERHARGA."

KETIKA NEGARA MEMELIHARA KONFLIK, SIPIL YANG MATI

"Keduanya warga sipil yang korban. Ini akibat negara memelihara konflik di Papua."

Poster ini membenturkan 5 banding 1 wajah korban:
1. 5 Warga sipil Intan Jaya sebulan Juni-Juli : Dibunuh, jasadnya disembunyikan. Paling ironinya Hamba Tuhan (Evangelis) dan Ibu hamil 7 bulan, bersama bayinya meninggal sama-sama satu negara ini Sunyi.
2. Pilot Capt. Nicholas F. Goselin: Disoroti dunia, bahkan didoakan seluruh bumi.

Pertanyaan posternya tepat: "Apakah nilai kemanusiaan berbeda tergantung siapa korbannya?"

Akar masalahnya lebih jauh dari hari ini.
1. Trikora 19 Desember 1961: Sejarah yang dipaksakan dengan semangat histeris.
2. Perjanjian New York 15 Agustus 1962 : Dibuat untuk kepentingan geopolitik Perang Dingin Amerika Serikat. Hak politik bangsa Papua dirampas di meja perundingan.
3. Aneksasi 1 Mei 1963 - Pepera 1969 : Proses penuh rekayasa, 1 orang mewakili 1000. Sejak itu konflik struktural lahir.

Hasilnya: Ribuan warga sipil Papua kehilangan nyawa. Konflik dipelihara karena Papua dianggap "harta karun": emas, tembaga, hutan, gas.

Negara harus bertanggung jawab.
Selama akar konflik tidak diselesaikan, yang jatuh terus adalah sipil. Negara terkesan mengejar sumber daya, tapi mengabaikan luka sejarah dan korban manusia.

Prinsipnya satu:
- "Setiap kematian warga sipil adalah tragedi.
- Setiap dugaan pelanggaran layak diusut jujur dan transparan.
- Nurani tidak seharusnya memilih siapa yang pantas dikasihi."

Kemanusiaan harus berdiri di atas semua kepentingan. Ekonomi, politik, militer tanpa kecuali.

"Dua nyawa. Dua warga sipil. Satu ditangisi dunia, satu dibungkam negara.
Apakah nyawa punya harga berbeda?"

"Selama akar konflik dipelihara, yang jatuh adalah rakyat sipil. Papua bukan soal tambang. Masalah Papua adalah soal dan kehidupannya.

Ini adalah kejahatan kemanusiaan secara struktural dimana tidak tanggung jawab menyelesaikan akar konfilik.

Sejuta rawah, 4 Juli 2026

03/07/2026

Pada tanggal 3 juli 2026 jam 09.00 di topo anggota TNI 24 trek ada naik di 3 kabupaten yakni: Deiyai, dogiyai, Paniai

Mohon diteruskan di group lain

Pemerintah Kabupaten Intan Jaya mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan mempercayakan proses penegakan h...
03/07/2026

Pemerintah Kabupaten Intan Jaya mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan mempercayakan proses penegakan hukum kepada institusi yang berwenang, serta akan terus memberikan informasi terkini seiring perkembangan penyelidikan.

03/07/2026

Bupati membuka baju kebesaran bahwa yg korban adalah benar-benar Warga sipil, dan mengungkap kekecewaan terhadap aparat Negara yg tdk membedakan mana warga sipil dan OPM. Intan jaya sedang tdk baik-baik sj

03/07/2026

Suara Mu yang Selalu Mengguncang Negara, Hingga Menggetarkan Republik ini,

‎"Kini Membisu"

‎Seharusnya Pa. Menteri HAM Mendesak Presiden dan Panglima TNI untuk Tarik Seluruh Pasukan Non_Organik dari Seluruh Tanah Papua,
‎Bukan. Mengendalikan Pasukan.

‎Siooo sayangnya 😭😭

‎Bapak sudah lama di jakarta jadi wajar jika sudah Ganti kulit dan rambut keriting mu
‎Terimakasih Pak Pigai atas Dedikasinya untuk Papua 😭😭

03/07/2026

Aroma kopi malam

03/07/2026

KLARIFIKASI DAN PERMOHONAN MAAF Saya, Amos Pigai, menyampaikan klarifikasi terkait video saya yang beredar di media sosial.

03/07/2026

Dilaporkan terjadi pembakaran pesawat AMA PK-RCY dengan pilot Cap. Mark di Balinggama, distrik Sobaham, kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Kejadian tersebut dilaporkan terjadi pada 2 Juli 2026 pukul 9.15 waktu Papua.
Sementara pilot dilaporkan meninggal dunia.

29/06/2026

Papua Darurat Militer

Address

Sentani

Telephone

+81229680792

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kime Tuma Kagipai posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Kime Tuma Kagipai:

Shortcuts

Share