assen46

assen46 Jina Maggo

13/08/2026
12/08/2026

BERKAH PERTAMA — TIDAK BERGAUL DENGAN ORANG BODOH

Pernahkah kita bertanya:

“Setelah sering bersama orang-orang di sekitar saya, saya menjadi orang seperti apa?”

Kita sering mengira bahwa diri kita dibentuk terutama oleh keputusan sendiri. Padahal, lingkungan yang kita dengarkan setiap hari perlahan membentuk cara kita berpikir, berbicara, mengambil keputusan, bahkan menentukan apa yang kita anggap benar dan salah.

Dalam Dhamma, “orang bodoh” bukan sekadar orang yang kurang pendidikan atau pengetahuan. Kebodohan lebih dalam: tidak memahami akibat dari perbuatan dan membiarkan keserakahan, kebencian, serta kegelapan batin menguasai diri.

Karena itu, memilih pergaulan bukan berarti merasa lebih baik daripada orang lain.

Jātaka Mahanarada Kassapa memberikan gambaran indah: sesuatu yang terus-menerus bersentuhan dengan lingkungan tertentu akan membawa aromanya. Demikian p**a manusia.
Kita yang menjaga arah kehidupan kita sendiri.

Dekat dengan kemarahan, kita mudah terbawa marah.
Dekat dengan keserakahan, kita mudah merasa tidak pernah cukup.
Dekat dengan kebijaksanaan, kita terdorong menjadi lebih bijaksana.

Di zaman sekarang, pergaulan bukan hanya tentang siapa yang kita temui secara langsung.

Ia juga tentang:
📱 apa yang kita tonton
🎧 apa yang kita dengarkan
👤 siapa yang kita jadikan panutan
💬 ucapan apa yang terus kita konsumsi
💎 nilai apa yang kita anggap sebagai kesuksesan

Maka renungkan:

Apakah lingkungan saya membuat saya semakin dekat dengan kebajikan, atau justru menjauh darinya?

Dan satu pertanyaan yang tidak kalah penting:

Apakah kehadiran saya membuat orang lain menjadi lebih baik?

Karena menjadi bagian dari lingkungan yang baik bukan hanya tentang menemukan orang bijaksana.

**Kita juga perlu belajar menjadi orang yang membawa kebijaksanaan bagi orang lain.**

🌿 Dekatilah kebijaksanaan, agar kebijaksanaan perlahan menjadi aroma kehidupan kita.

Berkah Pertama:
*Tidak bergaul dengan orang bodoh, mendekat kepada kebijaksanaan, dan menjaga arah batin.*
Sumber : MBI Sumut

*Mengenal seseorang yang bijaksana* :*Dari tiga hal kita dapat mengenal seorang bijaksana,* apa yang tiga itu ? *Dia bis...
11/08/2026

*Mengenal seseorang yang bijaksana* :

*Dari tiga hal kita dapat mengenal seorang bijaksana,* apa yang tiga itu ?
*Dia bisa melihat kekurangannya.* *Bila dia melihat kekurangannya dia mencoba memperbaikinya.*
Dan *bila seseorang mengakui kekurangannya, dia akan memaafkannya sebagai mana mestinya”.*
(ANGUTTARA NIKAYA I: 103)

*Adalah sesuatu yang baik untuk setiap saat merenungkan kembali kesalahan-kesalahan diri sendiri.*
*Adalah sesuatu yang baik untuk setiap saat merenungkan kembali kesalahan-kesalahan orang lain.*
*Adalah sesuatu yang baik untuk setiap saat merenungkan kembali apa yang telah dicapai oleh diri sendiri.*
*Adalah sesuatu yang baik untuk setiap saat merenungkan kembali apa yang telah dicapai oleh orang lain.*
(Anguttara Nikaya V - 159)

_________

*Bila seseorang bertanya sudahlah anda tahu kelemahan-kelemahan anda ??? Ini artinya orang tersebut ingin anda menjadi orang yang bijaksana !!!*
Renungkan mulai saat ini apakah yang menjadi kelemahan-kelemahan anda, renungkan, setelah mengetahuinya, perbaiki dan eksekusi, perbaiki eksekusi sampai ada perubahan sedikit demi sedikit menjadi lebih baik. *Tidak mudah merubah kelemahan-kelemahan* karena biasanya kelemahan ini sudah di bawa sejak lahir atau mungkin saja dari kehidupan lalu, perlu tekad yang kuat untuk merubah kelemahan-kelemahan anda. *Bila hal-hal ini dilakukan berarti kita telah berada di jalan yang benar menjadi orang yang bijaksana.* Dan *tidak perlu tertawa dengan kelemahan orang lain karena kita semua memiliki kelemahan masing-masing yang berbeda.*

*Walaupun seseorang dapat menaklukkan ribuan musuh dalam ribuan kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri.* (Dhammapada syair 103)
Saat melatih meditasi kita mengetahui cukup susah mengalahkan ngantuk, mengalahkan bosan, mendisiplinkan diri melatih meditasi kontiniu konsisten setiap hari.

Ayoo bersama-sama kita berlatih diri melihat kelemahan-kelemahan masing-masing, bertekad merubahnya dan sukses sedikit demi sedikit menaklukkan kelemahan masing-masing, menaklukkan diri sendiri, menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari.

Tetapi bila ditanya *apakah anda memiliki kelemahan-kelemahan dan dijawab tidak ada, maka ini adalah kesombongan atau menunjukkan ciri-ciri kemunduran kemerosotan.*
Apakah anda sudah Suci, Kesucian Sottapanna saja masih ada yang perlu di latih untuk lebih disempurna lagi, apalagi kita yang putujhana (makhluk yang belum mencapai pencerahan).
Ia Sottapanna masih dapat melakukan beberapa kesalahan dengan perbuatan, perkataan dan pikiran, tetapi Ia tak dapat menyembunyikannya (Ratana Sutta).

Ayoo bersama-sama kita selami & renungkan sebab-sebab yang menyebabkan kemerosotan kemunduran (spritual) dalam Parabhava Sutta ; (Khuddaka Nikaya, Sutta Pittaka)
Percakapan antara seorang dewa dan Sang Buddha mengenai penyebab-penyebab keruntuhan spiritual.

Dewa :
Saya ingin bertanya kepada-Mu, Gotama, tentang manusia yang menderita keruntuhan. Saya datang kepada-Mu untuk menanyakan *penyebab-penyebab keruntuhan itu.*
Sang Buddha :
1. Dengan mudah dapat diketahui siapa yang maju, dengan mudah p**a dapat diketahui siapa yang runtuh. *Dia yang mencintai Dhamma akan maju, dia yang membenci Dhamma akan runtuh.*
2 . *Dia yang senang berteman dengan orang jahat tidak akan s**a bergaul dengan yang luhur; dia lebih menyukai ajaran dari orang jahat itu* –inilah penyebab keruntuhan seseorang.
3. *S**a tidur, cerewet, lamban, malas dan mudah marah* –inilah penyebab keruntuhan seseorang.
4. *Dia yang walaupun kaya namun tidak menyokong ayah ibunya yang sudah tua dan lemah* –inilah penyebab keruntuhan seseorang.
5. *Dia yang menipu dengan menyamar menjadi pendeta, bhikkhu atau guru spiritual lain.* –inilah penyebab keruntuhan seseorang.
6. *Walaupun memiliki harta, aset, kekayaan berlimpah, namun dia menikmati semua itu sendirian.* –inilah penyebab keruntuhan seseorang.
7. *Jika dia menjadi sombong karena keturunan, kekayaan, atau lingkungannya, serta memandang rendah handai-taulan dan sanak-keluarganya.* –inilah penyebab keruntuhan seseorang.
8. *Senang bermain perempuan, mabuk-mabukan, berjudi, dan menghambur-hamburkan apa yang telah diperolehnya.* –inilah penyebab keruntuhan seseorang.
9. *Tidak puas dengan istrinya sendiri dan terlihat bersama pelacur atau istri orang lain.* –inilah penyebab keruntuhan seseorang.
10. *Setelah melewati masa muda, lalu memperistri orang yang masih muda, kemudian tidak bisa tidur karena merasa cemburu.* –inilah penyebab keruntuhan seseorang.
11. *Mempercayai dan memberi kekuasaan pada wanita yang s**a mabuk dan menghambur-hamburkan uang, atau pada laki-laki yang berperilaku seperti itu.* –inilah penyebab keruntuhan seseorang.
12. *Jika seorang anggota keluarga [atau kelompok sosial atau komunitas] yang berpengaruh, yang memiliki ambisi membara namun tak memiliki sarana memadai, yang mengejar kekuasaan atau ingin menguasai orang-orang lain.* –inilah penyebab keruntuhan seseorang.

*Dengan merenungkan secara mendalam semua penyebab keruntuhan di dunia ini, maka orang bijak yang memiliki pandangan terang akan menikmati kegembiraan di alam bahagia.*

________

Ayoo bersama-sama kita renungkan dan berlatih diri menghindari diri dari 12 faktor yang menyebabkan kemerosotan keruntuhan spritual termasuk kesombongan.

Semoga bermanfaat dan berbahagia...Sadhu..3x

25/07/2026

22/07/2026

*Ujiannya hanya satu kali saja* :

Kehidupan ini sangat tidak pasti, perubahan begitu cepat terjadi, baik di kehidupan sehari-hari maupun di dunia globalisasi yang terus berubah dengan cepat.
Tetapi ada satu yang pasti yaitu kematian (untuk yang lahir), misteri nya pada umumnya kita tidak tahu kapan pindah alam itu terjadi.

Ada perenungan yang harus dilakukan ;
Konsep bahwa *pikiran terakhir sebelum kematian* (yang sering disebut cuti-citta atau marananna-javana) menentukan alam tumimbal lahir (kelahiran kembali) dijelaskan dalam beberapa sutta dan ajaran Abhidhamma dalam Tripitaka Pali.

Dalam *Sankharupapatti Sutta (Majjhima Nikaya 120)* , Buddha menjelaskan bagaimana seorang siswa mulia yang memiliki keyakinan, moralitas, pembelajaran, kedermawanan, dan kebijaksanaan *dapat mengarahkan pikiran terakhirnya untuk terlahir kembali di alam yang diinginkan.*

Dalam Maha-parinibbana Sutta DN 16 : *Buddha menekankan pentingnya kewaspadaan (appamada) dan kesadaran hingga detik terakhir hidup.*

*Jadi ujian untuk yang di lahir kan, Kita-kita ini hanya satu kali saja yakni pikiran terakhir.* Dan *tidak ada remedial (ujian ulangan),* hanya 1 kali saja.

*Ringkasan Hukum Pikiran Terakhir:*
Pikiran terakhir didominasi oleh karma kegiatan (asanna), kebiasaan (acinnaka), atau karma tumpukan (katatta).Jika pikiran terakhir tenang dan dipenuhi objek kebajikan (seperti buddhanussati/mengingat Buddha), kelahiran yang baik tercapai, sebaliknya pikiran yang dipenuhi kebencian atau ketakutan akan membawa ke alam rendah.

Dari uraian-uraian di atas dapat kita beri kesimp**an, *hanya* kemampuan meditasi yang mumpunilah yang bisa menjamin kelahiran kembali di alam yang lebih berbahagia.

Jika kita sering berbuat kebajikan, melakukan banyak kebiasaan-kebiasaan baik ini bagus, tapi *hanya memperbesar kemungkinan* terlahir di alam yang lebih berbahagia. Hal ini masih tergantung pikiran terakhir yang muncul, ini masih berbahaya, ingat kisah permaisuri raja bimbisara yang pada pikiran terakhirnya teringat terus akan *perasaan bersalahnya* karena membohongi suaminya sehingga lahir di alam neraka selama beberapa hari atau kisah Bhante yang..." lanjutan di FB : Jina Maggo Dē Mīgēl

Address

Kisaran
21272

Telephone

+628126229222

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when assen46 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share