22/04/2022
Camry menteri
Pemilihan toyota camry XV30 sebagai mobil dinas setingkat menteri dan pimpinan lembaga tinggi negara cukup bersejarah untuk minmin bahas.
Hal tsb karena mobil dinas untuk setingkat menteri dari dulu biasanya selalu menggunakan brand eropa (volvo), sedangkan utk kabinet Indonesia bersatu kepemimpinan Presiden SBY memilih keluaran Jepang dengan kelas yg lebih sederhana.
Pemilihan camry merupakan hal yg masuk akal dan wajar, mengingat harga volvo S80 lebih mahal daripada camry dan kondisi ekonomi, politik Indonesia sedang menuju kestabilan pasca reformasi serta Pemilihan Presiden Indonesia secara langsung oleh rakyat Indonesia setelah 32 tahun era orde baru, sehingga APBN dapat dialihkan kepada hal yang lebih bermanfaat untuk rakyat banyak.
Sebanyak 60 unit camry 3.0 V dibeli oleh negara untuk mobil dinas menteri, sebelum bertugas sebagai mobil dinas menteri camry-camry tsb terlebih dahulu digunakan untuk tamu-tamu negara dalam perhelatan KTT Asia Afrika 2005 di Bandung, pada kesempatan ini p**a Pak SBY sempat “flexing” tol Cip**arang kepada para Diplomat dan tamu negara karena tol tsb membuat durasi perjalanan Jakarta-Bandung hanya 2 jam saja.
Pemilihan camry mulanya diremehkan karena dianggap tidak sekuat volvo apabila terjadi kecelakaan, dianggap tidak bisa ngebut karena pejabat setingkat menteri harus bergerak cepat dari satu tempat ke tempat lainnya. Hal-hal tersebut ditepis dengan mudah oleh Pak JK dengan alasan mobil dinas menteri selalu dikawal depan dan belakang jadi apabila ada kecelakaan seharusnya mobil pengawal terlebih dahulu yg kena dan Pak JK menganggap mobil menteri hanya digunakan di seputaran Jakarta saja dimana kondisi lalin yg padat dan jalan yg sempit tidak memungkinkan untuk memacu mobil selalu dalam kecepatan tinggi sehingga menjadi hal yg mubazir memiliki mobil dengan performa tinggi tapi tidak bisa digunakan.
(((Lanjut kolom komentar)))